
Invalid Date
Dilihat 14 kali

TEMBUDAN, BATU PUTIH – Pemerintah Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, terus mematangkan persiapan dalam menghadapi Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan yang melibatkan Tim DPMK Kabupaten Berau, Dinas Pariwisata, DLHK, pihak Kecamatan Batu Putih, Pemerintah Kampung Tembudan, serta unsur pengelola wisata dan masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai indikator penilaian lomba sekaligus mengidentifikasi kelengkapan administrasi, fasilitas, dan pengelolaan destinasi wisata yang perlu dipersiapkan. Kampung Tembudan diharapkan dapat menjadi salah satu kandidat perwakilan Kalimantan Timur untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional, sesuai dengan keputusan pemerintah provinsi.

Dalam arahannya, tim pembina menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh tata kelola administrasi, pengembangan ekonomi masyarakat, pelestarian sosial budaya, perlindungan lingkungan, serta kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penataan dokumen pendukung. Seluruh data diminta disusun secara terpisah berdasarkan empat aspek utama, yakni identitas, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Masing-masing aspek akan dibuat dalam berkas PDF tersendiri dengan sampul yang jelas serta dilengkapi bukti pendukung agar memudahkan tim penilai dalam melakukan pemeriksaan.

Selain kelengkapan administrasi, pengelola wisata juga diarahkan untuk memperhatikan aspek keselamatan pengunjung. Fasilitas seperti jalur evakuasi, titik kumpul, papan petunjuk, prosedur penanganan keadaan darurat, serta sarana pendukung keamanan perlu dipersiapkan dan didokumentasikan sesuai kondisi di lapangan.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, keterlibatan warga dalam pengelolaan destinasi wisata, kegiatan UMKM, penyediaan penginapan, rumah makan, dan jasa wisata juga menjadi bagian penting yang perlu ditunjukkan. Data kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli kampung, apabila tersedia, serta dukungan pemerintah daerah dalam pembangunan sarana dan prasarana turut menjadi dokumen yang perlu dilengkapi.

Pada aspek sosial budaya dan lingkungan, dokumentasi kegiatan seni dan budaya tradisional, festival masyarakat, musyawarah pengelolaan wisata, penanaman mangrove, pengelolaan sampah, serta kegiatan pelestarian lingkungan akan dihimpun sebagai bukti pelaksanaan program. Pengelola juga didorong memperhatikan kebutuhan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas agar destinasi wisata semakin inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, tim pembina turut menyampaikan pentingnya memperbarui video promosi wisata Kampung Tembudan. Video berdurasi sekitar tiga hingga empat menit direncanakan menampilkan perjalanan menuju kawasan wisata Tulung Ni’Lenggo, petunjuk arah, fasilitas dan wahana wisata, penginapan, rumah makan, aktivitas UMKM, keterlibatan masyarakat, serta upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Seluruh materi yang disampaikan dalam dokumen maupun video harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hal ini penting karena proses penilaian akan mencakup verifikasi lapangan dan wawancara untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi, fasilitas yang tersedia, dan praktik pengelolaan wisata.

Setelah sesi pembinaan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi wisata. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kondisi fasilitas yang tersedia sekaligus memperoleh masukan mengenai aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Pemerintah Kampung Tembudan menyambut baik kegiatan pembinaan ini sebagai langkah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam mengembangkan potensi pariwisata kampung. Meskipun penetapan perwakilan Kalimantan Timur ke tingkat nasional masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah provinsi, seluruh pihak didorong untuk tetap optimistis dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi.
Melalui persiapan yang terarah, kerja sama lintas sektor, dan keterlibatan aktif masyarakat, Kampung Tembudan diharapkan semakin siap mengembangkan Tulung Ni’Lenggo sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bagikan:

Kampung Tembudan
Kecamatan Batu Putih
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini